
Senin, 24
November 2025 — Puskesmas Kaliangkrik menerima kunjungan tim Konsultan Global
Fund dalam rangka pelaksanaan Baseline Survey Surveilans Berbasis Masyarakat
(SBM). Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional penguatan sistem
kewaspadaan dini dan respon terhadap penyakit menular melalui keterlibatan
aktif masyarakat, terutama kader kesehatan desa.
Sebagai
salah satu pilot project SBM di Kabupaten Magelang, Puskesmas Kaliangkrik
menjadi lokasi penting untuk melihat secara langsung implementasi SBM di
lapangan, mengambil pembelajaran, dan menyusun data dasar (baseline) yang akan
digunakan untuk mengembangkan Monitoring and Evaluation (M&E) Tools ke
depan.
Pertemuan
baseline survey dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan dari tingkat
internasional, nasional, provinsi, kabupaten, hingga desa. Hadir dalam
kegiatan:
- Mrs. Imelda Ochari, Konsultan
Internasional Surveilans Berbasis Masyarakat (SBM)
- Bapak Bambang Heryanto,
Konsultan Nasional SBM
- Ibu Septian Nisa, Perwakilan Tim
Kerja Surveilans dan Kewaspadaan Dini, Kementerian Kesehatan
- Ibu Ania Maharani, Tim P2P
Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah
- Tim P2P Surveilans dan Imunisasi
Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang
- Bapak Sutrimo, Koordinator SBM
Desa Munggangsari
- Perwakilan Kader Kesehatan Desa
Munggangsari
Kehadiran
lintas level tersebut menunjukkan komitmen kuat pemerintah dan mitra
internasional dalam mendorong penguatan surveilans berbasis komunitas.
Kegiatan
dimulai dengan paparan dari Kepala Puskesmas Kaliangkrik, yang menjelaskan
perkembangan pelaksanaan SBM di wilayah kerja puskesmas. Dalam paparannya,
beliau menekankan bahwa SBM bukan hanya program tambahan, melainkan bagian dari
strategi penting untuk meningkatkan deteksi dini penyakit menular dari tingkat
masyarakat.
Melalui SBM,
kader kesehatan dan masyarakat dilibatkan dalam:
- pemantauan kesehatan keluarga di
lingkungan masing-masing,
- identifikasi dini gejala
penyakit menular,
- pelaporan cepat kepada petugas
kesehatan,
- dan peningkatan edukasi perilaku
hidup bersih dan sehat.
Kepala
Puskesmas juga menyampaikan berbagai capaian, tantangan, dan inovasi yang telah
dilakukan dalam menguatkan jejaring kader dan sistem pelaporan.
Kegiatan
dilanjutkan dengan paparan dari Koordinator SBM Desa Munggangsari, salah satu
desa yang menjadi contoh aktif dalam penerapan SBM. Dalam presentasinya, beliau
memaparkan alur kegiatan pemantauan di tingkat RT, mekanisme pelaporan, serta
peran kader dalam mengidentifikasi kasus-kasus berpotensi Kejadian Luar Biasa
(KLB).
Desa
Munggangsari telah menjalankan SBM secara konsisten melalui:
- pembagian wilayah kerja kader,
- pelaporan rutin menggunakan
instrumen SBM,
- kolaborasi dengan perangkat
desa,
- serta dukungan dari Puskesmas
Kaliangkrik yang melakukan pembinaan berkala.
Praktik baik
dari desa ini diharapkan dapat direplikasi oleh desa-desa lain di wilayah
Kaliangkrik.
Tim
Konsultan Global Fund melakukan baseline survey untuk:
- mendapatkan gambaran awal
pelaksanaan SBM di Puskesmas Kaliangkrik dan desa dampingan,
- memahami alur pelaporan dan
respon kasus,
- memetakan kekuatan dan area yang
perlu diperbaiki,
- serta mengembangkan tools
monitoring dan evaluasi yang lebih efektif dan sesuai konteks lokal.
Baseline ini
akan menjadi dasar penting dalam penyusunan strategi penguatan SBM di Kabupaten
Magelang, sekaligus memastikan program berjalan dengan standar yang sama di
berbagai wilayah pilot project.
Melalui
kegiatan ini, besar harapan agar pelaksanaan Surveilans Berbasis Masyarakat di
Puskesmas Kaliangkrik semakin terstruktur, terukur, dan berkelanjutan.
Kolaborasi antara puskesmas, kader desa, pemerintah daerah, serta mitra
internasional diharapkan mampu memperkuat sistem deteksi dini penyakit menular.
Dengan
partisipasi masyarakat yang kuat, SBM diharapkan dapat:
- menemukan kasus penyakit menular
lebih cepat,
- meminimalkan risiko terjadinya
KLB,
- meningkatkan ketahanan kesehatan
masyarakat,
- serta mendukung pencapaian
indikator surveilans nasional.
Puskesmas Kaliangkrik berkomitmen untuk terus mengembangkan SBM sebagai upaya menjaga kesehatan masyarakat dan meningkatkan kewaspadaan dini terhadap ancaman penyakit menular di wilayah kerja.
