Kembali

INOVASI "KAPTEN RESTI"



Kapten Resti adalah singkatan dari Kader Pengawal Temuan Ibu Hamil Risiko Tinggi. Kapten Resti adalah suatu inovasi kesehatan dari Puskesmas Kaliangkrik dalam upaya menurunkan AKI dengan memberdayakan kader kesehatan yang berperan sebagai pendamping ibu hamil risiko tinggi. Tugas kader kesehatan di sini adalah sebagai pendamping ibu dan keluarga selama kehamilan dan dalam proses perencanaan hingga persiapan persalinan, sehingga ketika waktu bersalin tiba segala sesuatunya sudah siap dan tersedia. Ketika segala sesuatunya sudah dipersiapkan dengan matang, diharapkan dapat meminimalisir adanya keterlambatan dalam penanganan dan dapat mencegah kasus kematian ibu.

Kapten Resti dilaunching dan ber-SK Camat Kaliangkrik pada tanggal 28 Juli 2022 yang bertempat di Pendopo Kecamatan Kaliangkrik, dan dihadiri oleh lintas sektor serta semua kepala desa se- Kecamatan Kaliangkrik. Kapten Resti Puskesmas Kaliangkrik berjumlah 20 orang dengan masing-masing satu orang perwakilan dari setiap desa di wilayah kerja Kecamatan Kaliangkrik. Sebelum diterjukan ke lapangan untuk melakukan pendampingan, kapten resti diberikan sosialisasi berupa materi-materi untuk menambah wawasan serta penjelasan dari bentuk pendampingan yang harus dilakukan.


Peserta Kapten Resti adalah kader kesehatan yang ada di masing-masing desa. Sebelum diterjunkan ke lapangan untuk mendampingi ibu hamil risiko tinggi, kader diberikan pembekalan yang terpusat di Puskesmas Kaliangkrik. Kader yang diberikan pembekalan merupakan perwakilan dari setiap desa yang ada di wilayah kerja Puskesmas Kaliangkrik masing-masing sejumlah satu orang. Sehingga jumlah Kapten Resti yang ada di Wilayah Kecamatan Kaliangkrik adalah 20 orang, dengan latar belakang yang berbeda-beda pula

Proses pembekalan untuk meningkatkan pengetahuan kader oleh fasilitator dilakukan 1x pertemuan dengan jumlah materi yang dipaparkan sesuai dengan ketentuan. Kegiatan pembekalan dilaksanakan di Puskesmas Kaliangkrik. Setelah dilakukan pembekalan kepada kader, selanjutnya kader akan diterjunkan langsung ke lapangan untuk melakukan pendampingan kepada ibu hamil risiko tinggi. Pendampingan dilakukan minimal 2x selama kehamilan dengan ketentuan skrining awal dan persiapan menjelang persalinan.

Berikut merupakan gambaran kegiatan yang akan dilakukan Kapten Resti di lapangan,

a.    Kapten Resti melakukan pendataan ibu hamil risiko tinggi dengan berkoordinasi dengan bidan desa (atas rekomendasi bidan desa setelah ditegakkan diganosa)

b.    Kapten Resti melakukan kunjungan I dengan kegiatan skrining kesehatan, mempersiapkan administrasi persyaratan yang diperlukan (JKN, KTP, KK), perencanaan jadwal kunjungan ke tenaga kesehatan, dan penempelan stiker P4K

c.     Kapten Resti melakukan kunjungan II dengan kegiatan skrining kesehatan, pengecekan kelengkapan dalam menghadapi persalinan termasuk pengecekan ulang surat dan perlengkapan yang akan di bawa saat bersalin menggunakan ceklis yang sudah disediakan

d.    Kapten Resti dalam melakukan kunjungan I ataupun II dapat sendiri atau bersama bidan desa sekaligus melakukan kunjungan rumah

e.    Kapten Resti menuliskan data dan kunjungan dalam buku register dan mengisikan pada sistem pelaporan

f.      Kapten Resti selalu berkoordinasi dengan bidan desa maupun pihak puskesmas apabila terdapat kendala-kendala seperti sulit untuk dikunjungi, jaminan kesehatan (KIS) mati, dsb agar bisa segera ditindak lanjuti

g.    Kapten Resti melaporkan rekap kunjungan dan ibu hamil risiko tinggi setiap bulan sekali

Kapten resti melakukan dokumentasi pelaporan pada buku register untuk menuliskan data ibu hamil berisiko yang didampingi, pada google spreadsheet untuk melaporkan data ibu hamil berisiko dan riwayat kunjungan, serta pada google formulir dan grup untuk melaporkan rekapan bulanan. Setiap setelah melakukan kunjungan kapten resti mengirimkan foto dokumentasi/ foto kunjungan pada grup whatsaap. Lembar ceklis yang sudah terisi dari kader kemudian disetorkan kepada bidan desa setiap setelah kunjungan kedua sebagai arsip.

Monitoring dan evaluasi rutin dilakukan setiap bulan melalui grup whatsapp kapten resti dan melakukan pertemuan rutin setiap 4 bulan sekali di lokasi yang berbeda-beda bergantian pada 20 desa sekaligus ajang silaturahim dan refreshing. Pertemuan rutin dilakukan sebagai wadah sharing mengenai kendala di lapangan dan juga update ilmu karena akan diberikan materi yang dapat menunjang kinerja kapten resti di lapangan.

Dengan adanya kapten resti, bidan desa, kader, keluarga, dan tokoh masyarakat ataupun pemerintah desa saling bersinergi untuk memperhatikan ibu hamil di wilayahnya terlebih yang memiliki risiko tinggi

Dengan adanya kapten resti, ibu hamil terutama yang berisiko tinggi lebih terpantau karena dikunjungi dan didampingi oleh kapten resti. Stiker P4K yang sebelumnya jarang terisi dan tertempel, karena adanya dan terpantau oleh Kapten Resti maka sekarang stiker sudah terisi dan tertempel di depan rumah. Hal ini memberikan dampak positif karena masyarakat sekitar dapat mengetahui bahwa di dekatnya ada ibu hamil yang perlu untuk diperhatikan jika sewaktu terjadi sesuatu


LINK PROFIL INOVASI KAPTEN RESTI : 


https://drive.google.com/file/d/18XOdMopiR8xmjWC9AfqId_qIvI_qnf9i/view?usp=drive_link


https://drive.google.com/file/d/1zevtk6qO9Oz_GlZSLTWWXCjN8BafJmAf/view?usp=drive_link