
Pada hari Senin, 16 Maret 2026, Puskesmas Kaliangkrik
menyelenggarakan kegiatan Rapat Koordinasi Driver Ambulance Desa (Ambulans
Desa/Ambudes) bersama Bidan Desa sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan
kesehatan, khususnya bagi ibu hamil dengan risiko tinggi (risti) serta
penanganan kegawatdaruratan (gadar) di wilayah Kecamatan Kaliangkrik. Kegiatan
ini dilaksanakan di Aula Puskesmas Kaliangkrik dan dihadiri oleh para sopir
Ambudes dari 20 desa se-Kecamatan Kaliangkrik serta seluruh bidan desa yang bertugas
di wilayah tersebut.
Rapat koordinasi ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dan
koordinasi antara tenaga kesehatan dan pengemudi ambulans desa dalam memberikan
pelayanan yang cepat, tepat, dan responsif, terutama dalam situasi
kegawatdaruratan ibu hamil. Peran Ambudes dinilai sangat vital sebagai garda
terdepan dalam proses rujukan pasien dari tingkat desa menuju fasilitas
pelayanan kesehatan yang lebih lengkap.
Kegiatan diawali dengan pembukaan yang berlangsung khidmat,
ditandai dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan dan
penanaman semangat nasionalisme. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan sambutan
sekaligus penyampaian materi oleh Kepala Puskesmas Kaliangkrik, Bapak Ferry Ali
Setiyanto, S.Kep., Ns., MAP. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya
peran driver Ambudes dalam sistem pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya
dalam mendukung percepatan penanganan kasus kegawatdaruratan. Beliau juga
mengingatkan bahwa ketepatan waktu, komunikasi yang efektif, serta
kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam menyelamatkan nyawa pasien.
Materi kedua disampaikan oleh Ibu Dwi Elia Winarni,
A.Md.Keb, yang memaparkan secara rinci mengenai tanda-tanda bahaya pada ibu
hamil, termasuk kondisi-kondisi yang memerlukan penanganan segera. Dalam sesi
ini, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya deteksi dini terhadap
faktor risiko kehamilan, serta langkah-langkah yang harus dilakukan oleh bidan
desa dan driver Ambudes ketika menghadapi situasi darurat. Edukasi ini
diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan dan kemampuan respon cepat di lapangan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi
interaktif, di mana para peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan
pengalaman, kendala, serta masukan terkait pelaksanaan pelayanan di lapangan.
Diskusi ini menjadi sarana evaluasi bersama sekaligus memperkuat koordinasi
lintas peran dalam sistem rujukan kegawatdaruratan.
Acara ditutup dengan harapan bahwa melalui kegiatan rapat koordinasi ini, kualitas pelayanan kesehatan ibu hamil di wilayah Kecamatan Kaliangkrik dapat terus meningkat, terutama dalam upaya pencegahan komplikasi serta penanganan kegawatdaruratan secara cepat dan tepat. Selain itu, diharapkan terjalin komunikasi dan kerja sama yang semakin solid antara bidan desa dan driver Ambudes dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
