
Kaliangkrik, 22 Januari 2026 — Dalam upaya meningkatkan
peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan, Puskesmas Kaliangkrik
menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Peningkatan Keterampilan Kader Kesehatan
dalam Pencegahan Penyakit Menular” pada Kamis, 22 Januari 2026. Kegiatan ini
dilaksanakan di aula Puskesmas Kaliangkrik dan diikuti oleh 40 kader kesehatan
yang merupakan perwakilan dari seluruh desa di wilayah kerja Puskesmas
Kaliangkrik.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata Puskesmas
Kaliangkrik dalam memperkuat fungsi promotif dan preventif, khususnya dalam
pengendalian penyakit menular yang hingga saat ini masih menjadi perhatian
dalam pembangunan kesehatan masyarakat. Kehadiran para kader kesehatan sebagai
ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat desa dinilai sangat penting dalam
mendukung keberhasilan program-program kesehatan.
Peran Strategis Kader Kesehatan
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Puskesmas Kaliangkrik,
Bapak Ferry Ali Setiyanto, S.Kep., Ns., MAP. Dalam sambutannya, beliau
menekankan bahwa kader kesehatan merupakan mitra strategis puskesmas yang
memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat.
“Kader kesehatan bukan hanya membantu kegiatan pelayanan,
tetapi juga berperan sebagai agen perubahan perilaku di masyarakat. Kader
adalah penggerak, penyambung informasi kesehatan, sekaligus pelopor dalam
membangun kesadaran hidup sehat di lingkungan masing-masing,” ujar beliau.
Beliau juga menyampaikan bahwa tantangan penyakit menular
saat ini membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Oleh karena
itu, kader diharapkan tidak hanya memahami materi yang diberikan, tetapi juga
mampu menyampaikan kembali informasi tersebut kepada warga secara sederhana,
mudah dipahami, dan berkesinambungan.
Lebih lanjut, disampaikan bahwa tujuan utama kegiatan ini
adalah untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan teknis, serta kepercayaan
diri kader dalam menjalankan peran mereka, terutama dalam mendukung upaya pencegahan,
penemuan dini, dan pengendalian penyakit menular di lingkungan masyarakat.
Pembekalan Materi Teknis dan Praktis
Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan
pemaparan materi dari para tenaga kesehatan Puskesmas Kaliangkrik sesuai dengan
bidang keahlian masing-masing.
Materi pertama disampaikan oleh Ibu Ika Permatasari, Amd.Kep,
yang membahas secara mendalam mengenai penyakit menular dengan fokus pada
Tuberkulosis (TBC). Dalam pemaparannya dijelaskan tentang tanda dan gejala TBC,
cara penularan, pentingnya kepatuhan pengobatan, serta upaya pencegahan di
lingkungan keluarga dan masyarakat.
Beliau juga menekankan pentingnya menghilangkan stigma
terhadap penderita TBC. “Kader memiliki peran penting untuk memberikan
pemahaman bahwa TBC dapat disembuhkan dan penderita perlu didukung, bukan
dijauhi,” jelasnya. Edukasi yang tepat dari kader diharapkan mampu mendorong
masyarakat untuk tidak takut memeriksakan diri apabila mengalami gejala yang
mengarah pada TBC.
Materi selanjutnya disampaikan oleh Ibu Ani Indra Rukmana,
A.Md.Kep, yang menjelaskan tentang mekanisme penemuan terduga kasus TBC di
masyarakat. Dalam sesi ini, kader dibekali pemahaman mengenai langkah-langkah
identifikasi warga dengan gejala mencurigakan, alur pelaporan ke puskesmas,
serta pentingnya pencatatan jumlah sasaran di masing-masing desa.
Materi ini sangat penting karena kader sering menjadi pihak
pertama yang mengetahui kondisi kesehatan warga di lingkungannya. Dengan
pemahaman yang benar, kader dapat membantu mempercepat proses penemuan kasus
sehingga penanganan dapat dilakukan lebih dini.
Sesi berikutnya diisi oleh Ibu Ima Kusumawati, A.Md.AK yang
memberikan pelatihan teknis mengenai cara pengambilan sampel dahak yang benar.
Beliau menjelaskan bahwa kualitas sampel sangat berpengaruh terhadap hasil
pemeriksaan laboratorium. Oleh karena itu, kader perlu memahami cara memberikan
instruksi yang tepat kepada warga agar sampel yang dihasilkan memenuhi syarat
pemeriksaan.
Para peserta terlihat sangat antusias mengikuti sesi ini,
terutama saat diberikan penjelasan langkah demi langkah yang disertai contoh
praktik. Banyak kader yang aktif bertanya untuk memastikan pemahaman mereka
sudah benar sebelum diterapkan di lapangan.
Diskusi Interaktif dan Penguatan Komitmen
Menjelang akhir kegiatan, dilaksanakan sesi diskusi
interaktif yang dipandu oleh Kepala Puskesmas Kaliangkrik bersama Ibu Dwi Elia
Winarni, Amd.Keb, selaku Bidan Koordinator Puskesmas Kaliangkrik. Dalam sesi
ini, para kader diberikan kesempatan untuk menyampaikan pengalaman, kendala di
lapangan, serta usulan terkait upaya pencegahan penyakit menular di desa
masing-masing.
Diskusi berlangsung hangat dan penuh semangat. Beberapa
kader menyampaikan tantangan dalam mengedukasi masyarakat yang masih memiliki
pemahaman terbatas tentang penyakit menular. Menanggapi hal tersebut, pihak
puskesmas memberikan motivasi serta solusi praktis agar kader tetap semangat
dan konsisten melakukan pendekatan persuasif kepada warga.
Sesi ini sekaligus menjadi ajang mempererat komunikasi dan
kerja sama antara kader kesehatan dan petugas puskesmas, sehingga koordinasi di
lapangan dapat berjalan semakin baik.
Harapan untuk Masyarakat yang Lebih Sehat
Melalui kegiatan ini, Puskesmas Kaliangkrik berharap para
kader kesehatan semakin siap dan percaya diri dalam menjalankan perannya
sebagai perpanjangan tangan tenaga kesehatan di masyarakat. Dengan meningkatnya
kapasitas kader, diharapkan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular
dapat dilakukan secara lebih efektif, dimulai dari tingkat keluarga hingga
desa.
Semangat kebersamaan yang diusung dalam kegiatan ini
tercermin dalam slogan “Bersama Kita Bisa, Kita Bisa Bersama.” Slogan tersebut
menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan kesehatan tidak dapat dicapai
sendiri, melainkan melalui kolaborasi antara tenaga kesehatan, kader, dan
seluruh lapisan masyarakat.
Dengan langkah kecil namun konsisten seperti ini, Puskesmas
Kaliangkrik terus berkomitmen mewujudkan masyarakat yang lebih sehat, mandiri,
dan peduli terhadap pentingnya pencegahan penyakit sejak dini.
